Thursday, April 15, 2010

Terkejut akuu

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China . Dalam filem itu, karakter Wong Fei Hung dimainkan oleh aktor terkenal Hong Kong , Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Perubatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu penrubatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik perubatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah memilih bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih. Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch'in yang rasuah dan penindas. Dinasti Ch'in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mula mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, abang seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch'in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch'in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea ). Jika saja pemerintah Ch'in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepun), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya mengusir pendudukan Dinasti Ch'in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karana ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton . Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena isteri-isterinya meninggal dalam usia pendek. Setelah isteri ketiganya meninggal, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad'afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

Wednesday, April 14, 2010

MUTIARA HATI

Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji
**********************
Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya
**********************
Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan
**********************
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita
**********************
Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah kapal yg belayar dilautan telah ramai kapal karam didalamnya..andai muatan kita adalah iman,dan layarnya takwa,nescaya kita akan selamat dari tersesat di lautan hidup ini
**********************
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan. Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan. Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati. Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti. Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan. Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga

Bersedia ke alam baru

http://timepass.onlyfanpics.com/w/wonderfulanimations/part-006.gif

Segala puji bagi Allah S.W.T yang mana telah mencipta bumi dan langit, bumi itu pula berlapis, dan langit itu bertingkat walaupun kita tidak dapat lihat dengan mata kasar. Begitu juga dengan manusia yang hidupnya itu akan melalui alam-alam, yang bermula dengan penciptaan datuk moyang kita Nabi Adam A.s hingga ke alam barzakh sebelum kita ke alam yang abadi iaitu kekal di Syurga.

Berapa alam yang manusia akan lalui sebenarnya?


Alam yang pertama

1. Alam yang kita lalui di sulbi ayah.
2. Kemudian berpindah ke dalam Rahim ibu.


“Dan ketika Tuhan kamu menjadikan keturunan Adam dari punggungnya, dan Tuhan mengambil kesaksian dari mereka dengan berkata: Bukankah Aku ini Tuhan kamu? Mereka berkata: Bahkan! Kami menjadi saksi, bahwa kamu nanti di Hari Kiamat tiada dapat mengatakan, bahwa kami ini lalai dari perkara itu”(Surah Al-A’raaf ayat 172)

Jelaslah di ayat ini, yang mana Allah S.W.T telah menyatakan kisah Hari Mitsaaq (hari perjanjian) yang mana kita zuriat Nabi Adam A.s telah pun berjanji untuk mengakui keesaan dan ketuhanan Allah S.W.T

Alam yang manusia akan telah pun lalui di alam yang mana masanya sejak Allah Ta’ala mencipta Adam A.s dan membekalkan zuriat di tulang punggungnya yang penuh keberkatan.

Alam yang kedua

Alam yang kita menjalani hidup di dunia.
Ibnul Jawzi telah membahagikan peringkat-peringkat umur itu kepada lima kategori:

1. Masa kanak-kanak: iaitu dari peringkat umur bayi hingga seseorang itu mencapai umur lima belas tahun.

2. Masa muda: iaitu dari peringkat umur lima belas tahun (15), hingga umur tiga puluh lima tahun (35).

3. Masa dewasa: iaitu dari peringkat umur 35 tahun, hingga 50 tahun.

4. Masa tua: iaitu dari peringkat umur 50 tahun hingga umur 70tahun.

5. Masa tua Bangka, iaitu dari peringkat umur 70 tahun hinggalah ke akhir umur yang dikurniakan Tuhan.

Mengapakah para Ulama telah membahagikan umur-umur manusia hingga sedemikan peringkat? Apa yang kita sebagai manusia -lebih lebih lagi umat Islam dapat mempelajari dari pembahagian ini?

Kerana di alam yang kedua inilah alam yang tidak kekal alam yang manusia diminta untuk beramal dan diuji, amalan kita di ambil kira dihisab, oleh itu, maka elok kita mengenal pasti peringkat mana yang harus kita mula mendidik dan anak-anak kita mula beramal. Bukan kah Nabi Muhammad S.A.W telah memesan umat Islam:

“Kedua kaki anak Adam itu akan tetap berdiri di hadapan Tuhannya pada Hari Kiamat, sehingga selesai ditanya tentang empat perkara”

1. Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan.
2. Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan.
3. Tentang hartanya, dari mana diperolehi dan untuk apa dibelanjakan.
4. Tentang ilmunya, apa yang sudah dibuat dengannya.


Alam yang ketiga

Di alam Barzakh, ketika kita di kubur.

Bermulanya dari masa manusia keluar dari dunia ini dengan menempuhi mati hinggalah ia dibangkitkan dari kubur.

Siksaan kubur

Siksaan Kubur adalah HAK iaitu benar, sepertimana Rasulullah s.a.w pernah berpesan. Dan beliau telah mengkhabar pada umatnya, “Kebanyakan siksa kubur disebabkan tiada memelihara diri dari kencing.”

Nabi juga berpesan supaya kita memohon pada Allah Ta’ala supaya dihindarkan dari siksaan kubur. Alam yang Allah S.W.T telah nyatakan dalam firmannya:

“Dan di hadapan mereka terdapat Barzakh, hinggalah ke hari mereka dibangkitkan.”(Al-Mu’minun: 100)

Di alam ini, walau jasad musnah kecuali para wali-wali Allah S.W.T ditelan bumi dek zaman, tetapi roh manusia itu kekal di alam Barzakh. Di alam yang mana manusia lalui antara alam Dunia dan alam Akhirat di masa antara dua tiupan.

Alam yang keempat

Di Padang Mahsyar

Bermulanya daripada kebangkitan manusia dari kuburnya untuk menerima pengadilan Tuhan, sehinggalah kepada masuknya ahli syurga ke syurga, dan masuknya ahli neraka ke dalam neraka.

“ Dan ditiupkanlah pada sangkakala, maka mereka pun bangun dari kubur masing-masing, lalu datang kepada Tuhan mereka dengan berbondong-bondong.”(Yassin:51)

Mizan (Amalan ditimbang)

Di alam ini, umat manusia akan melalui saat genting, mereka akan menuju ke padang Mahsyar supaya amalan mereka dihitung oleh Allah S.W.T, bahkan amalan mereka akan di timbang, sebagaimana firman Allah Taa’la:

“ Dan neraca pada hari itu tepat, maka barangsiapa yang berat timbangannya (kebaikan), niscayalah mereka itu menjadi orang-orangyang beruntung. Dan barang siapa yang ringan timbangannya, niscayalah mereka itu adalah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka tiada mempercayai keterangan-keterangan Kami.” (Al-A’raf:8-9)

Di titian Shirath

Setelah itu manusia akan melalui Shirath (jambatan), yang mana ianya dipasang di atas muka jahannam, seperti diriwayatkan, Shirath itu lebih tajam dari pedang dan lebih halus dari rambut, tatkala itu manusia akan melaluinya menurut kadar amalan masing-masing.

a. Ada yang umpama kilat ketika melintasi titian Shirath. Ada yang umpama angin. Ada yang seperti burung atau kuda.
b. Begitu juga ada yang merangkak dan ada yang dijilat api, dan yang ada terjerumus ke gaung nereka.

Di telaga Nabi Muhammad S.a.w (Haudh)

Setelah terlepas dari titian Shirath, tatkala itu umat manusia yang beriman akan menghampiri Haudh (telaga) Rasulullah S.a.w dan sekali teguk saja segala haus dan dahaga akan hilang. –Supaya Allah mengurniakan pada kita seteguk dari cawan Rasulullah S.a.w- Air dari Haudh itu lebih putih dari susu, lebih manis dari madu.

Pesanan Rasulullah S.a.w

“Siapa yang melepaskan dari seorang Muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan daripadanya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan Hari Kiamat. Siapa yang menutup rahsia (keburukan) seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup rahsianya di dunia dan akhirat.”

Dan marilah kita hayati kata mutiara dari Rasulullah S.a.w sebagai pedoman untuk kita tempuhi alam yang keempat ini, dan kita mengharapkan Syafaat dari Baginda S.a.w disaat itu sepertimana kita mengharapkan Syafaat serta Wasilah. Beliau setiap kali kita membaca Doa azan, “Wahai Tuhanku yang mempunyai seruan yang sempurna ini dan sembahyang yang akan didirikan ini, berikanlah dengan limpahan kurniaMu kepada Muhammad Wasilah(kedudukan yang paling tinggi dalam syurga) dan keutamaan serta limpahkanlah kepadanya Maqam yang terpuji yang Engkau telah janjikan baginya.”

Alam yang Kelima

Di negeri Abadi (Syurga dan Neraka)

Di alam ini, adalah masa kemasukan ahli neraka dan kemasukan ahli syurga ke syuga buat selama-lamanya yang tiada hujung dan penghabisannya.

Bukankah Nabi Muhammad S.a.w diutuskan untuk membawa rahmat untuk alam-alam, namun begitu ada yang telah mengingkari risalah yang diutuskan oleh Allah S.w.t. Maka balasan buat oleh yang telah mendustakan Nabi dan tidak beriman, maka balasan mereka seperti tertera dalam Al-Quran:

“ Maka Aku memperingatkan kamu akan api yang bernyala. Tiada masuk ke dalamnya melainkan orang yang jahat. Yang mendustakan (kebenaran) dan yang membelakangkan.”(Al-Lail: 14-16)

Telah Allah ciptakan neraka itu dengan mempunyai tujuh pintu. Sebagaimanayang tersebut di dalam Al-Quran:
“Neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu daripadanya ada bahagian yang sudah ditentukan."

Nama-nama pintu dan tingkat neraka:

1. Jahannam
2. Saqar
3.Lazha
4.Huthamah
5. Sa’iir
6.Jahim
7. Hawiyah

Semua lapisan neraka yang tujuh itu telah diasak dengan berbagai-bagai penyiksaan yang berat, hukuman yang dahsyat serta penghinaan yang terkeji. Kami memohon Allah Ta’ala, agar Dia melindungi kami sekalian dari siksaan api neraka dan melindungi datuk-nenek kita, kekasih-kekasih kita dan semua kaum Muslimin.

Syurga buat mukmin

Alam syurga yang mana telah dijanjikan buat orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Bukankah Allah S.w.t telah mengkhabarkan kepada kita : “ Dan pimpinlah orang-orang yang bertaqwa (memenuhi kewajiban) ke dalam syurga berbondong-bondong, sehingga apabila mereka mendatanginya, dibukakan pintu-pintunya, dan penjaga-penjaganya berkata: Selamat sejahtera untuk kamu! Kamu telah melakukan yang baik, maka masuklah kamu ke dalamnya buat selama-lamanya.” (Az-Zumar:73)

Syurga yang mana Nabi Muhammad S.a.w penah bersabda: “ Berfirman Allah Ta’ala: Aku sediakan untuk hamba-hambaKu yang saleh sesuatu yang tiada pernah:
a.dilihat oleh mata.
b. didengar oleh telinga
c. tiada telintas di hati sesiapa pun.

Nikmat-nikmat di syurga:

Bayangkan, segala nikmat yang berlaku didunia ini, tiada bandingannya di Syurga, yang penuh dengan nikmat-nikmat yang hebat diantaranya:

1. Mereka ahli syurga: bersandar di atas permaidani yang sebelah dalamnya diperbuat dari sutera.
2. Ada gadis-gadis sopan santun, belum pernah disinggung oleh manusia dan jin, dan mereka itu bagaikan permata delima dan mutiara.
3. di syurga An-Naim: ada sofa yang bertatahkan emas dan batu permata.
4. Mereka tiada merasa pening kepala atau mabuk.
5. Bidadari-bidadari yang bemata bulat jelita.
6. Tiada matahari yang berhawa panas dan bulan yang berhawa dingin.
7. Air mata Salsabil.
8. Mereka memakai pakaian dari sutera halus.


Nikmat yang besar selepas masuk ke syurga:

Melihat Allah S.w.t

Syurga-syurga yang sediakan ini, ada lapan pintu, dan ianya berbeza dari satu yang lain dan antara satu darjat dengan darjat yang lain sama seperti antara langit dan bumi.Darjat yang paling tinggi ialah Syurga FIRDAUS yang mana diatas nya terletak Arasy Allah S.w.t dan orang-orang beriman tatkala itu dilimpahi berbilang-bilang nikmat, sehingga ditanya pada mereka: Apakah ada sesuatu yang lain yang kamu mahukan Aku tambahkan? Mereka menjawab:
a. bukankah Engkau telah memasukkan kami syurga
b. dan menyelamatkan kami dari api neraka?
Kemudian Hijab pun terangkat. Maka pada ketika itu, tiada sesuatu yang diberikan kepada kamu lebih utama daripada nikmat melihat kepada Wajah Tuhan Azzawajalla.


Petikan dari buku: Peringatan Tentang Umur Insan oleh Imam Habib Abdullah Haddad
Terjemahan: Syed Ahmad Semait

Ikhlaskan lillahi

Allah Mengetahui Tahap Keikhlasan Kita
Oleh DR. ZULKIFLI MOHAMAD ALBAKRI (USIM)

Ayat tafsiran :

[Al-Baqarah, Ayat : 264]
Wahai orang-orang yang beriman! Jangan rosakkan (pahala amal) sedekah kamu dengan menyebut-nyebut dan menyakiti perasaan si penerima seperti orang yang membelanjakan hartanya kerana riak kepada manusia, dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Maka bandingan orang itu ialah batu licin yang ada tanah di atasnya, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu ditinggalkannya bersih licin. Mereka tidak mendapat sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

[Al-Baqarah, Ayat : 265]
Dan bandingan orang yang membelanjakan hartanya kerana mencari keredhaan Allah dan keteguhan (iman) yang timbul dari jiwa mereka, adalah seperti sebuah kebun di tempat yang tinggi, yang ditimpa hujan lebat, lalu mengeluarkan hasilnya dua kali ganda. Kalau tidak ditimpa hujan lebat, maka hujan renyai-renyai pun (cukup untuk menyiraminya). Dan, Allah sentiasa Melihat apa yang kamu lakukan.

[Al-Baqarah, Ayat : 266]
Adakah seseorang di antara kamu suka mempunyai sebuah kebun dari pokok tamar dan anggur, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, ia mempunyai dalam kebun itu segala jenis buah-buahan, sedang ia sudah tua dan mempunyai anak cucu yang kecil, lalu kebun itu diserang angin taufan yang membawa api lalu terbakarlah ia? Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu keterangan-keterangan, supaya kamu berfikir (dan mengambil iktibar).

Sheikh Sya’rawi berkata: “Mereka yang seperti batu yang licin yang ada padanya debu kemudian datangnya hujan tanpa meninggalkan sebarang bekas merupakan sifat-sifat bagi siapa yang dikehendaki dengan infak secara riak kepada manusia. Lantas Allah membatalkan balasan untuk mereka dan tidak mentaufikkan ke arah kebaikan dan pahala. “Seterusnya Allah menyebut yang berlawanan dengan sifat di atas iaitu mereka yang menafkahkan semata-mata kepada Allah SWT”.

Firman Allah SWT, Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya kerana mencari keredaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi.

Sayyid Qutub berkata: “Ia menginfakkan harta kerana keyakinannya yang teguh kepada kebajikan, kerana kesedaran yang lahir dari keimanannya dan kerana keimanannya yang bertunjang dengan mendalam di dalam hati nuraninya.

“Jika hati yang keras ditutup dengan tabir riak itu dilambangkan dengan batu licin yang keras yang ditutupi tanah, maka hati yang mukmin itu dilambangkan dengan sebuah kebun yang subur yang mempunyai tanah yang dalam, dibandingkan dengan segenggam tanah di atas batu yang keras tadi, sebuah kebun yang terletak di atas sebuah dataran yang tinggi dibandingkan dengan segenggam tanah di atas batu keras yang licin tadi.

“Ini menjadikan pemandangan itu mempunyai bentuk-bentuk yang selaras. Apabila kebun ini ditimpa hujan lebat, maka ia tidak menghakiskan tanahnya yang subur sebagaimana ia menghakiskan tanah yang tipis di atas batu yang pejal itu. Malah ia menghidupkan tanam-tanamannya dan menyuburkan serta membanyakkan hasilnya”.

Firman Allah SWT: Yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya berlipat ganda. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, Maka hujan gerimis (pun memadai).

Al-Nasafi berkata: “Allah SWT umpamakan hal mereka dengan kebun yang disirami air dan nafkah yang banyak dan sedikit dengan hujan yang banyak sebagaimana setiap satu daripada hujan boleh menggandakan hasil tanam begitu juga nafkah mereka yang banyak dan yang sedikit selepas daripada dituntut dengannya keredaan Allah akan bertambah dan baik kesudahannya”.

Melipat ganda, Sayyid Qutub berkata: “Air hujan itu menghidupkan pokok di kebun itu sebagaimana sedekah menghidupkan hati yang mukmin lalu ia menjadi bersih dan bertambah kuat hubungannya dengan Allah, dan hartanya juga turut bersih dan Allah melipat gandakan balasannya seberapa banyak yang ia sukai, dan seterusnya kehidupan kelompok muslimin juga turut menjadi bersih, baik dan berkembang subur dengan sebab infak itu”.

Beliau menambah: “Yakni jika tidak ada hujan yang lebat, maka hujan gerimis yang sedikit cukup untuk tanah kebun yang subur itu. Itulah satu adegan yang sempurna yang memaparkan pemandangan- pemandangan yang bertentangan dan dengan perincian-perincian yang tersusun rapi. Ia dibentangkan dengan cara keselarasan yang melemahkan manusia.

“Ia melambangkan setiap perasaan di dalam hati dan setiap fikiran dengan pemandangan-pemandangan yang jelas. Ia menggambarkan perasaan-perasaan dan pergerakan-pergerakan jiwa dengan keadaan dan pemandangan- pemandangan fizikal yang setanding dengannya. Ia menyarankan ke dalam hati supaya memilih jalan yang betul dengan cara mudah yang terbaik”.

Firman Allah SWT: Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

Al-Nasafi berkata: “Allah melihat segala amalanmu sama ada banyak atau sedikit serta mengetahui niatmu sama ada riak atau ikhlas.

“Oleh sebab dengan ini dari satu aspek yang menjadi tontonan mata kasar dan mata hati dan segala yang disebut di dalamnya juga dikembalikan kepada Allah Yang Maha Melihat dan Mengetahui segala apa yang ada di sebalik segala yang nyata”.

Firman Allah SWT: Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan.

Al-Maghari berkata: “Telah berlangsung sunah al-Quran bahawa menyebut kemuliaan dengan buah dan pohon kurma dengan buahnya kerana setiap sesuatu dari pohon kurma semuanya memberi manfaat kepada kehidupan manusia sama ada daunnya, batangnya, mayangnya, pelepahnya yang boleh digunakan kesemuanya”.

Sayyid Qutub berkata: “Ia sebuah kebun yang teduh, rimbun, subur dan berbuah. Demikianlah juga sifat sedekah dan kesan-kesannya dan beginilah keadaannya dalam hidup si pemberi, dalam hidup si penerima dan dalam hidup masyarakat manusia.

“Demikianlah juga sedekah itu mempunyai roh, bayang yang teduh, kebajikan dan keberkatan, mempunyai makanan dan minuman dan mempunyai kebersihan, kesuburan dan pertambahan.

“Siapakah yang ingin mempunyai kebun atau kebajikan yang seperti ini kemudian ia melepaskan (ribut) perbuatan yang membangkit- bangkitkan pemberian dan perkataan yang menyakitkan hati dan memusnahkan kebajikan itu sebagaimana kebun dimusnahkan oleh ribut yang kencang yang mengandungi api.

“Bilakah kebun itu dimusnahkan? Ia dimusnahkan pada waktu tuannya berada dalam keadaan yang paling lemah untuk menyelamatkannya dan paling berkehendak kepada bayang-bayang yang teduh dan hasilnya yang baik”.

Firman Allah SWT: Kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah.

Ibnu Jauzi berkata, ayat ini menggambarkan perumpamaan Allah dengan sebab kerugian ketika ditarik nikmat ketika keperluan yang amat mendesak.

Orang yang dimaksudkan ini terdapat tiga pandangan ulama :

Pertama: Bahawa ia diumpamakan yang disudahi kehidupannya dengan amalan yang tidak baik seperti kata Ibnu Abbas.

Kedua: Bahawa ia diumpamakan seperti orang yang cuai pada ketaatan kepada Allah sehingga mati. Inilah pendapat Mujahid.

Ketiga: Ia diumpamakan seperti orang yang riak dalam nafkah yang terputus manfaatnya ketika ia amat perlu. Inilah pendapat As-Suddi.

Firman Allah SWT: Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.

Ibnu Kathir berkata: “Supaya kamu mengambil iktibar dan memahami segala perumpamaan dan makna dan kamu menurunkannya mengikut apa yang dikehendakinya”

Musang berbulu -bulu

APCO/UMNO RM77 Juta Setahun
Posted on Tuesday, April 13 @ 17:30:00 PDT
Dilulus untuk paparan oleh KetamBatu

Oleh: mohdnoorawang

"Sah UMNO/APCO DAN APCO/ UMNO. Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Seri Nazri Aziz telah memberitahu Dewan Rakyat kontrak yang dimenterai oleh kerajaan Malaysia dengan firma perunding dari Israel APCO worldwide bernilai RM77 juta.

Malah Nazri dalam jawapannya kepada soalan bertulis dari PKR- Batu Tian Chua kerajaan telah membayar RM77 juta kepada APCO sebagai upah "STRATEGIC COMMUNICATION, PUBLIC RELATION AND PRESS OUTREACH".

Selama ini kita sebagai rakyat Malaysia telah ditipu oleh pemimpin UMNO yang dikatakan berugama Islam, namun jiwa dan raga masih bergantung kepada kaum Yahudi/Israel sebagai penasihat kerajaan BN/UMNO.

Ayuh kita hancurkan wajah manusia dan pemimpin talam dua muka, waktu siang puji Islam dan menjaga maruah melayu dan bangsa, namun dimalam hari bersengkokol dengan Yahudi/Israel.

Sah dan cukup jelas pemimpin UMNO masih bertuhankan kaum Yahudi dan mengambil dan mendengar nasihat dan tindakan dari pemikiran yahudi. Amat mendukacitakan. Cukup sedih dan cukup meluap pemimpin UMNO dan pemimpin yang sejenis dengannya. Dimana PERKASA, DI mana NGO yang dikatakan benci pada Yahudi di Malaysia. Semuanya hnaya berjuang kepentingan PERUT dan POLITIK individu sahaja.

"

Monday, April 12, 2010

Selma Cook


“After experiencing my own personal illness and pain for 16 years, I had a Hijama treatment and it helped me to the extent that I could lead a normal life. This made me passionate about it and I wanted to bring it to the rest of the world.” These are the words of Anisa Kissoon who was responsible for having Hijama treatment legally acknowledged and registered with the Association of Complementary Medicine in the UK.
What initially caught Kissoon’s attention was the fact that something so simple was so effective. She was also moved by it having a religious basis and she wanted to have the blessing of reviving a Sunnah of the Prophet (peace and blessings be upon him).

What Is Hijama?
Hijama is a therapy that comes from the Arabic root – sucking; vacuum. This therapy works with the body’s condition and balances it. The body may be suffering from sluggish organs, or be in need of detoxification, and either way Hijama is an effective treatment. Hijama therapy is even known to have helped women ovulate and thus, fall pregnant. As Hijama therapy directly removes a small amount of blood from the patient it also detoxifies the blood, stimulates the body’s immune system and helps blood to flow more freely. It is known to relieve pain including migraine and back ache and is also the best preventive treatment available.

How and When Is Hijama Therapy Performed?
In other alternative medicines Hijama is also known as cupping or bloodletting, but the difference between these and Hijama is that with Hijama only the surface of the skin is scratched and then glass cups are placed on the specific spot and a vacuum is made to gently draw the blood out. Kissoon commented, “We sent some samples of blood that were taken during Hijama treatment to a non-Muslim laboratory and the doctors there commented that the blood was highly toxic and unsuitable for a human being.”
According to the Sunnah of the Prophet (peace and blessings be upon him) there are certain places on the body that should have this treatment even if the individual is well, as a preventive medicine. There are also recommended times to perform Hijama and other times when Hijama should not be performed unless there is necessity. According to the Sunnah it is recommended to have Hijama performed on the 17, 19, and 21 of the Islamic calendar, but if it is necessary it is permissible to do it. It is not recommended to have Hijama on Friday, Saturday, Sunday, or Wednesday. Also, according to the Sunnah, Hijama should be done at the back of the neck, and between the two shoulder blades as this connects the brain to the rest of the body and it brings oxygen into the brain and helps the body to repair itself. This is also the place where toxins accumulate. Moreover, it strengthens the lymphatic system. Some Syrian groups do Hijama on the two shoulder blades as opposed to the back of the neck, however, traditional Chinese medicine, as well as other ancient medicine, refer to the back of the neck.

Islamic Basis of Hijama
The Prophet (peace and blessings be upon him) said, “Cupping is the most helpful procedure for human beings to cure themselves.” (Al Bukhari, 5357, and Muslim 1577)
He (peace and blessings be upon him) also said, “If there is any good in your medical treatments, it is in the blade of the cupper, drinking honey…..” (Al Bukhari, 5356, and Muslim, 2205)

Success Stories
There have been many success stories with Hijama therapy. Kissoon had a cancer patient in the UK who was bedridden and the doctors had given up on her and she had come home to die. The doctors were about to send a doctor to her home to cut her spinal cord to stop her pain but this would mean that she would be paralyzed. After Hijama therapy this woman could stand up on a frame and the pain was much less. “This poor woman gained pain relief and immense strength,” says Kissoon, “and her husband and carers were amazed. Of course the doctors were amazed too!”
Another woman could not get pregnant for five years and was thinking about IVF or fostering a child but after one Hijama treatment she got pregnant after just one month.

Why Certification in the UK?
“Getting certification in the UK was very difficult,” commented Kissoon, “but I did it because I didn’t want it to be illegal as it is in other parts of the world.” Kissoon’s intention initially was to teach Hijama therapy to people and spread its benefit but when she delved a bit deeper she found that in the UK, cupping therapy is categorized under acupuncture and there were laws soon to be passed to make it illegal. Her struggle has been to change Hijama therapy from being categorized under ‘cupping’ therapy, to being a therapy in its own right.
“If this law had been passed,” says Kissoon, “a person could only have learnt it if he practiced acupuncture and this would have forced it underground.”
“The UK Acupuncture Foundation was very helpful,” commented Kissoon. The initial move to put Hijama therapy under Acupuncture was because there were people were who were doing it only for money and they were not doing it properly. Kissoon convinced them that it is a therapy of its own, and that it has its own laws that are based on the lunar calendar and that it is different from cupping. “After three years the Acupuncture Foundation helped me get certified,” says Kissoon happily. Now, the Association of Complementary Medicine sees Hijama therapy as an authentic medicine.
Kissoon is still battling but this time it is in the field of insurance and she hopes that people will soon be medically insured under Hijama therapy, rather than Cupping therapy.
Furthermore, Kissoon has started a distance learning course on Hijama therapy that both Muslims and non-Muslims as well as professional and non-professional people are taking part in. “We are looking for individuals who are sensitive and caring. Hijama is not just a physical practice but the practitioner also has to deal with people’s emotions, trauma and various needs,” says Kissoon. The course is done through distance learning to make it easy for people overseas, those who have full time jobs and mothers. It includes emergency first aid, and covers information from the definition of Hijama therapy to customer care, how to deal with patients, code of ethics and the anatomy of the body. Kissoon comments, “The intention behind this six-month course is that the practitioner will have knowledge about how the body detoxifies and how the blood works so they can do Hijama therapy properly”.

Final Thoughts
“I hope that Hijama therapy will become mainstream and available in hospitals and alternative medicine clinics. I’d also like to see blood donors having a treatment before giving blood because one of the main benefits of Hijama therapy is cleansing the blood, so the results of blood transfusions will be better. I’d like to see it merged into mainstream medicine so everyone can benefit,” comments Kissoon.
Body, Mind & Soul

Comments

name






by HTML Comment Box [admin]
(6 days ago) Tash said:
do you think someone could have it done for a drooping eyelid?(Mar 25, 10) Yahya ibn Brown said:
As salamu alyakum

I made hajj some years ago and the brothers i went with were geting this hijamah done. i didnt loo into it at the time because oof ignorance and my soul intention to make Hajj for the sake of Mu Lord. After having been diagnosed with pre diabetes and my on going battle with ED i have turned to thid method of thereopy. Although I havn't tried it yet I have some friends that have and they say it works wonders. I'm looking forward to getting it done as soon as I am able(Mar 16, 10) Adnan said:
It sounds interesting although not very much aware of it but can somebody tell me how can it be effective in Multiple Sclerosis(MS), a neurological disorder related to nervous system and brain.My contact is adnantwin@yahoo.com.(Mar 04, 10) Khawaja Aamir said:
Asalam aleykum,
I was done hijama from some my relative in karachi, Relay felling very improvement after that.
Contact No 92-300-9216040 (Feb 19, 10) Traditional Cupping said:
We are inviting interested parties to participate in a comprehensive film about hijama and the general cupping industry. This film is being produced to help provide a better understanding of cupping and present it to as wide an audience as possible. Practitioners and website owners who help support this effort will be given an exclusive window to sell a premier copy of the DVD release.

Contact James at www.sufifilms.com for more details. (Feb 13, 10) Somaya Noor said:
Asalam aleykum,very interesting to read this sister,thanks a lot1 Im a massage and psychotherapist and just heard about the bleeding cupping.Masha Allah,its really something I want to study more,..Its just one thing that I like ot know that is so hard for me to understand.How can we know that it is the bad detoxided blood that comes out? As you explain it it sounds like it is allready(before starting the cupping)spots where the detoxined blood allready is.Is it so? Im living in Norway,and I never heard about any woman here doing hijama,..only men in the mosque,..it would been great to offer this ti woman as well..Insjallah!!(Feb 10, 10) lola said:
Im a cupping therapist (for women) in the west midlands and have been practacing for 6 months,i attended a Hijama workshop last year but i would very much like to get a formal qualfication to work on a broader level, can you tell me where, thanks (Jan 23, 10) Mrs Ali said:
asalamalaikum,
I am really convenced after reading ur article but how will we know that the person carrying out this treatment is genuine and wat about sterlization.secondly, what are the herbal medicines given after the procedure n y ?(Jan 21, 10) sami dean said:
Asalamu alykom,

Any idea how to get hijamah legalized in the USA? or is it already legal?

samson1011@gmail.com(Dec 18, 09) irfan said:
Any one know of any one who dose wet cupping in uk in west yorkshire if you do then can you contcat me at m_irfan14@hotmail.com
http://www.madinaharabic.com/start_learning.html